idneeded.com – Di tengah-tengah kebutuhan masyarakat yang padat seperti sekarang, menolak ajakan atau permintaan lebih berat daripada menerimanya. Berkata “Tidak” sudah menjadi sebuah ketakutan yang seringkali terasa lebih berat daripada berkata”Iya”.
Kebanyakan orang merasa dirinya harus selalu sedia, responsif, dan siap membantu demi menjaga hubungan sosialnya. Akibatnya, menolak seringkali dianggap sebagai sikap egois dan tidak peduli.
Padahal, kebiasaan yang selalu mengiyakan permintaan justru menjadi penyebab kelelahan emosional yang tidak baik bagi kesehatan mental yang seringkali tidak sadari.
Menolak bukan hal yang negatif, sebaliknya menolak merupakan bentuk kesadaran diri untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan tuntutan lingkungan masyarakat.
Banyak orang merasa lelah bukan karena beban aktivitas yang berat, melainkan karena terlalu sering mengiyakan sesuatu yang tidak sejalan dengan kondisi mereka baik itu fisik maupun mental.
Belajar berkata “Tidak” memang membutuhkan waktu dan keberanian, apalagi jika kamu terbiasa menyenangkan perasaan orang lain dengan selalu mengiyakan semua ajakan, padahal yang harus kamu ketahui adalah mengenal batasanmu.
Ungkapan “Tidak” Sebenarnya bisa dikatakan sebagai batas, bukan sebagai penolakan personal. Batas ini melindungi waktu, energi dan emosi agar tidak terkuras. Dengan adanya batas hubungan antar manusia bisa terjalin lebih baik lagi.
Meski begitu, rasa bersalah seringkali muncul saat seseorang mulai belajar menolak. rasa bersalah itu normal, tapi mengutamakan diri sendiri itu lebih penting, perasaan seperti ini biasanya dirasakan oleh keinginan untuk diterima dan takut mengecewakan orang lain.
Para ahli menegaskan bahwa memprioritaskan diri sendiri bukanlah bentuk keegoisan, justru dengan menjaga kondisi mental dan fisik, seseorang bisa mengupayakan hadir secara utuh ketika memang benar-benar dibutuhkan.
Mengetahui Tanda Batasan
Tubuh dan pikiran sebenarnya memberikan sinyal ketika batas mulai terlampaui, rasa lelah yang berlebih, enggan atau muncul ketidaknyamanan merupakan tanda bahwa sudah saatnya berhenti sejenak.
Tetapi karena tekanan sosial yang sering didapatkan membuat sinyal ini terabaikan. Dengarkan diri sendiri untuk menjadi langkah awal membangun batas tersebut, kamu tidak perlu membebani diri dengan hal-hal yang tidak bisa kamu lakukan.
Cara Menyampaikan Penolakan
Penting juga untuk meminta maaf tetapi jangan berlebihan, cukup dengan maaf yang wajar dan dilanjutkan dengan penjelasan singkat. Terlalu banyak permintaan maaf justru dapat memperkuat rasa bersalah dan memberikan kesan yang tidak enak kepada orang.
Menolak tidak harus dilakukan dengan nada keras, penolakan yang disampaikan dengan empati akan tetap terasa hangat dan meminimalisir rasa bersalah itu.
Kalimat seperti, “Terima kasih atas ajakannya, tapi hari ini saya benar-benar sedang tidak bisa”, bisa juga dengan menawarkan alternatif lain jika memang memunginkan, misalnya dengan membantu di waktu lain atau merekomendasikan orang yang lebih tepat.
Contoh membantu menawarkan di waktu lain seperti, “Saya belum bisa membantu minggu ini, mungkin minggu depan saya bisa” atau “Hari ini saya sedang tidak bisa, mungkin boleh menghubungi teman saya saja” menunjukan kejujuran tanpa merusak hubungan.
Manfaat Mengatakan “Tidak” Bagi Kesehatan Mental
Berani berkata “Tidak” terbukti membawa dampak positif bagi kesehatan mental. Tingkat stres dapat menurun karena tidak terlalu banyak berpikir, rasa kendali hidup terus meningkat, dan keseharian terasa lebih ringan sedikit beban.
Lebih dari sekedar menolak, tetapi ini bisa menyaring prioritas, bukan memutus hubungan, tetapi memilih dengan sadar hal-hal yang memang benar-benar penting.
Pada akhirnya, seni berkata “Tidak” ini bukan soal menutup diri, melainkan kejujuran diri terhadap seseorang dengan kapasitas pribadi yang ia miliki, menjadikan seseorang dapat hidup lebih tenang, tetap peduli pada orang lain, terjalin hubungan yang harmonis dan belajar mengatakan “Tidak” tanpa harus kehilangan dirinya sendiri.