idneeded.com – Senin (22/12/2025) bertepatan dengan 1 Rajab 1447 hijriah umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa sunah yaitu puasa Rajab.
Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 10 Rajab, bertepatan dengan 22 sampai 31 Desember. Jika kurang mampu puasa 10 hari, umat Islam dianjurkan memilih di tanggal 1 atau 10 Rajab.
Dalam pelaksanaan puasa, umat Islam dianjurkan membaca niat sebelum pelaksanaan puasa, berikut lafal niat puasa Rajab yang dapat dibacakan:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah swt.”
Jika seorang umat Islam belum melaksanakan niat berpuasa, namun ingin melaksanakan dan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa dari pagi sampai dzuhur, maka diperbolehkan melafalkan niat hingga menjelang waktu dzuhur.
Membaca niat menyusul di pagi hari memang diperbolehkan untuk puasa sunnah, berbeda jika melaksanakan puasa wajib yang harus melaksanakannya di malam hari. Adapun lafal yang dibacakan untuk niat puasa di siang hari sebagai berikut:
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah swt.”
Keutamaan Melaksanakan Puasa Rajab
Di bulan Rajab, dalam pelaksanaan puasa, terdapat banyak keutamaan yang akan didapat, di antaranya pahala puasa sehari seperti sebulan berpuasa, seperti tertera pada hadits riwayat At-Thabrani, “Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan.”
Puasa di bulan Rajab juga lebih utama daripada bulan yang lain sebagaimana Rasulullah bersabda “Satu hari berpuasa pada bulan haram (Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab) lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya. Satu hari berpuasa pada bulan Ramadhan, lebih utama dibanding 30 hari berpuasa pada bulan haram.”