idneeded.com – Mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) menjadi pembicaraan hangat di Indonesia dan dunia. Karena salah satu faktor dari perkembangan zaman yang semakin maju, berbagai produsen global mengeluarkan model-model terbaru mereka, sementara pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) menawarkan efisiensi energi, emisi nol di titik penggunaan, serta biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Namun di sisi lain, harga mobil listrik tanpa subsidi menjadi salah satu hal yang paling diperhatikan konsumen. Subsidi pemerintah terutama berupa insentif pajak atau pengurangan bea masuk sebelumnya membuat harga EV lebih terjangkau.
Sejak kebijakan insentif tertentu berakhir pada akhir tahun 2025, banyak model yang kembali dijual dengan harga normal tanpa subsidi, sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat.
Dampak Kebijakan Subsidi Pemerintah Berakhir
Sebelumnya, pemerintah Indonesia memberikan sejumlah insentif fiskal kepada pembeli EV, seperti pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau pembebasan bea masuk impor. Namun, kebijakan ini telah mengalami penyesuaian:
- Program subsidi PPN berakhir pada akhir Desember 2025, sehingga harga EV kini kembali ke tarif normal termasuk PPN sekitar 10%.
- Tanpa insentif, produsen menaikkan harga beberapa model, misalnya Wuling Air EV yang naik puluhan juta rupiah dari harga subsidinya.
Oleh karena itu, berikut daftar mobil listrik non subsidi pemerintah di tahun 2026:
Daftar Harga Mobil Listrik Tanpa Subsidi di tahun 2026
Model Entry Level
- BYD E6 Ex Taxi: Rp170 juta
- Geely EX2: Rp285 juta
- Wuling New Air EV Lite Standard Range: Rp214 juta
- Wuling New Air EV Lite Long Range: Rp251 juta
- Wuling New Air EV Pro Long Range: Rp307 juta
- Changan Lumin EV: Rp178 juta
- Seres E1: Rp189 juta
- BYD Atto 1 Dynamic: Rp195 juta
- VinFast VF 3: Rp230 juta
- Model Menengah Compact dan Crossover EV
- Wuling BinguoEV Lite: Rp318 juta
- Wuling BinguoEV Pro: Rp332 juta
- MG 4 EV: Rp419 juta
- VinFast VF 5: Rp323 juta
- Neta V-II: Rp299 juta
- BYD Dolphin Dynamic: Rp369 juta
- Chery E5: Rp405 juta
- BYD M6: Rp433 juta
- Chevrolet Bolt: Rp465 juta
Model Mid High Class Fitur Premium
- Nissan Leaf: Rp740 juta
- BYD Seal / Atto 3: Rp639 juta
- Nissan Leaf: Rp740 juta
- Toyota bZ4X: Rp799 juta
- Hyundai Ioniq 5 Prime Standard Range: Rp809 juta
- Hyundai Ioniq 5 Prime Long Range: Rp851 juta
- Hyundai Ioniq 5 Signature Standard Range: Rp873 juta
- Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range: Rp925 juta
Pasar mobil listrik di Indonesia kini memasuki tahap yang lebih dewasa dengan harga tanpa subsidi mencerminkan realitas persaingan pasar, di mana konsumen membayar harga penuh tanpa insentif pemerintah.
Walaupun harga tanpa subsidi terlihat lebih tinggi dibanding saat era diskon atau insentif pajak, tren jangka panjang menunjukkan bahwa ada kemungkinan penurunan harga secara bertahap sering kali adanya peningkatan produksi lokal dan teknologi baterai yang semakin efisien.